Hyaluronic Acid, Si Kecil Pelembap Kulit

Pernahkah kalian melihat iklan komersial produk perawatan wajah yang mengklaim dapat lebih melembabkan kulit karena mengandung asam hialuronat (hyaluronic acid)? Kok bisa ya, produk perawatan wajah yang mengandung asam hialuronat ini lebih melembabkan kulit? Apakah penggunaannya aman bagi kulit? Daripada bingung, yuk kita langsung kenalan saja dengan asam hialuronat!

Asam hialuronat (hyaluronic acid) adalah polisakarida yang disusun oleh disakarida berulang melalui ikatan glikosidik β-1,4. Disakarida penyusun asam hialuronat adalah N-asetil-D-glukosamina (GlcNAc) dan D-asam glukuronat (GlcA) melalui ikatan glikosidik β-1,3.  Asam hialuronat lebih sering ditemukan dalam bentuk polianionnya yang disebut sebagai hialuronan. Oleh karena itu, kalian akan lebih sering menemukan hialuronan daripada asam hialuronat dalam komposisi produk perawatan wajah.

Asam hialuronat diproduksi natural oleh tubuh manusia di membran plasma dan paling banyak ditemukan di kulit. Asam hialuronat memiliki kemampuan untuk mengikat molekul air dengan berat ribuan kali melebihi beratnya sendiri sehingga berfungsi untuk melembabkan kulit, mencegah keriput, dan mengobati luka. Namun, seiring bertambahnya usia, produksi asam hialuronat oleh tubuh semakin berkurang sehingga menyebabkan kulit menjadi kering dan timbul tanda-tanda penuaan dini. 

Oleh karena itu, kini, berbagai produk perawatan wajah menggunakan asam hialuronat untuk membantu melembabkan kulit. Asam hialuronat digunakan dengan cara mengaplikasikannya ke permukaan kulit dan bukan dengan cara meminumnya. Hal ini dikarenakan, sel kulit tidak dapat mengekstraksi asam hialuronat dari aliran darah sehingga asam hialuronat yang diminum tidak memberikan manfaat bagi kulit.

Untuk meningkatkan efisiensi kemampuan asam hialuronat dalam melembapkan kulit, maka digunakan asam hialuronat yang memiliki massa molekul kecil. Hal ini dikarenakan asam hialuronat dengan massa molekul kecil dapat menembus lapisan kulit yang paling dalam. Sedangkan, asam hialuronat dengan massa molekul besar tidak dapat menembus lapisan kulit dan hanya melapisi permukaan kulit saja.

Umumnya, asam hialuronat dapat digunakan untuk berbagai jenis kulit dan penggunaannya tidak menimbulkan efek samping karena asam hialuronat sendiri diproduksi natural oleh tubuh manusia. Namun, asam hialuronat dengan konsentrasi tinggi dapat memberikan dampak negatif bagi kulit. Oleh karena itu, produk perawatan wajah mengandung asam hialuronat dengan konsentrasi yang rendah agar aman digunakan secara rutin.

Nah, sekarang kalian sudah tahu kan tentang asam hialuronat yang terkandung dalam produk perawatan wajah? Wah, tak disangka ya ternyata kimia sangat dekat dengan kehidupan kita.

REFERENSI 

Kakehi, K., Kinoshita, M., & Yasueda, S. I. (2003). Hyaluronic acid: separation and biological implications. Journal of Chromatography B, 797(1-2), 347-355.
Smejkalova, D., Huerta Angeles, G., Ehlova, T., & Dobrouc, D. (2015). Hyaluronan (Hyaluronic Acid): a natural moisturizer for skin care. Harry’s 9th Edition, 2, 605-622.
Sharkey, L. (2020). How to Use Hyaluronic Acid the Right Way – and Why You Should. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/how-to-use-hyaluronic-acid#benefits diakses pada 10 September 2021.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *