OKTAN

Pengalaman Berkompetisi sebagai Modal Berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran

 

“OKTAN ITB beda banget sama olimpiade lain. OKTAN ITB bukan cuma sekadar kompetisi melainkan banyak pengalaman baru yang diperoleh darinya. Tour-lab dan praktikum di OKTAN ITB seru banget karena bisa melihat benda-benda yang belum pernah dilihat sebelumnya. Di OKTAN ITB juga pertama kalinya mendapat modul-modul praktikum yang unik dan bisa jadi ilmu baru” ujar Kak Dhiya, seorang mahasiswi jurusan pendidikan kedokteran di Universitas Padjadjaran.

Saat menduduki bangku SMA, Kak Dhiya mengaku lebih fokus ke bidang akademik. Semenjak kelas 10 ia sudah fokus untuk mengejar UTBK. Selain itu, Kak Dhiya juga aktif mengikuti olimpiade di bidang Kimia. Alasan lain yang membuat Kak Dhiya menyukai Kimia karena Kimia memiliki banyak bidang, ada hitungan, dan ada teori sehingga tidak monoton. Menurutnya, Kimia merupakan campuran Fisika dan Biologi, Kimia begitu aplikatif sehingga sangat menarik untuk dipelajari. Ketika SMA, Kak Dhiya mengikuti OSK Kimia saat kelas 11 dan tembus di OSP. Selain itu, ia juga aktif di berbagai kompetisi. Dari kompetisi tersebut diperoleh sertifikat-sertifikat lomba yang kemudian digunakannya untuk pendaftaran SNMPTN.

Dari sekian banyak kompetisi yang diikuti Kak Dhiya, salah satu yang paling berkesan adalah OKTAN ITB. Kak Dhiya mengikut OKTAN ITB sejak menginjak bangku kelas 10 karena sangat dianjurkan oleh pihak sekolah. Saat kelas 11 Kak Dhiya, mengikuti OKTAN ITB kembali dan lolos ke perempat final. Menurut Kak Dhiya, soal di OKTAN ITB sangat menantan. Ada 5 bidang Kimia yang diujikan sehingga dapat ditemukan banyak soal yang autentik. Dan hanya di OKTAN ITB dapat ditemukan soal tersebut dan bisa dijadikan sebagai pembelajaran baru.

Menurut Kak Dhiya, ikut berkompetisi dapat memberikan pengaruh setelah lulus. Dengan berlomba, Kak Dhiya dapat memiliki relasi yang lebih awal karena sebagian teman kuliahnya merupakan teman yang pernah satu kompetisi dengannya. Selain itu, belajar terkait Kimia sangat relate dengan Biokimia Kedokteran. Hal itu memudahkan Kak Dhiya dalam mengikuti pembelajaran selama berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.

Kak Dhiya berpesan kepada adik-adik SMA untuk jangan cepat menyerah. Usaha belajar harus dinikmati dalam kondisi dan keadaan apapun. Sedikit cerita, Kak Dhiya ingin kembali lagi ke masa SMA dan mengulang perjalanannya karena Kak Dhiya ingin lebih rajin saat dulu. Kak Dhiya percaya bahwa usaha tidak akan membohongi hasil. Di dalam keadaan apa pun harus tetap semangat dan belajar. Jangan sampai kondisi pandemi menghambat adik-adik untuk belajar.

“Berusahalah semaksimal mungkin!”, ujar Kak Dhiya. Menurut alumni SMA 2 Cirebon ini, kompetisi online, dalam bentuk apapun tetaplah sebuah kompetisi. Maka dari itu, tetap dibutuhkan persiapan matang untuk menghadapi kompetisi. Masa persiapan ini juga bisa membantu teman – teman SMA untuk tetap produktif di tengah pandemi, loh!

Sudah merasa siap berkompetisi di Chemistry Biggest National Competition (CRYSTAL) Institut Teknologi Bandung 2021? Segera daftarkan tim-mu! Mahasiswa juga boleh ikutan loh di ISOTERM dengan klik disini!

 

Ditulis dan disunting oleh: Fuja Sagita dan Eksternal OKTAN ITB 2021